Aturan Akademik

PELAKSANAAN TEKNIK PENDIDIKAN

AKADEMI FARMASI HANG TUAH

  1. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SISTEM KREDIT

Penyelenggaraan Program Pendidikan Diploma III Kesehatan/Farmasi AKADEMI FARMASI HANG TUAH menggunakan sistem kredit yang bervariasi dan luwes dalam mengembangkan serta menyalurkan bakat dan peserta didik/mahasiswa sesuai dengan kemampuannya.

  • Pengertian Semester dan Satuan Kredit Semester (SKS)

1.1.1.   Sistem Kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang beban studi peserta didik, beban kerja dosen dan beban penyelenggaraan program (institusi) pendidikan dinyatakan dalam kredit.

1.1.2    Semester adalah satuan ukuran waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam jentang tertentu. Satu semester setara dengan 14-16 minggu kerja secara berkesinambungan.

1.1.3    Satuan Kredit Semester (SKS) adalah satuan ukuran yang digunakan untuk

menyatakan besarnya beban studi peserta didik, besarnya pengakuan usaha

penyelenggaraan pendidikan bagi perguruan tinggi dan tenaga pengajar.

  • Pembagian Kegiatan Studi Dalam Semester

Kegiatan belajar dalam satu semester untuk setiap cabang ilmu dan mata kuliah dirinci sebagai berikut :

  • Kegiatan belajar mengajar 14 minggu pertemuan
  • Tes keberhasilan KBM tengah semester 1 minggu pertemuan
  • Tes keberhasilan KBM akhir semeter 1 minggu pertemuan

Tiap menjelang ujian semester diadakan minggu tenang selama 1 minggu

  • Beban Belajar Mengajar Semester

Jumlah nilai kredit  (sks) mata kuliah yang diambil x Nilai

IP   :                                       masing-masing mata kuliah

————————————————————————————-

Jumlah kredit ( SKS ) mata kuliah yang diambil

  • Beban Belajar Program Pendidikan

Beban belajar program pendidikan D III Kesehatan adalah 110 – 120 SKS. Beban belajar terdiri dari 40 – 50 %  teori dan 50 – 60 % praktek.

  • Batas Waktu Belajar

Batas waktu belajar adalah batas waktu minimal dan maksimal yang diperlukan bagi seorang peserta didik untuk menyelesaikan program pendidikannya. Batas waktu untuk menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Kesehatan/ Farmasi adalah 6 – 10  semester.

  1. PENILAIAN HASIL BELAJAR
  • Pengertian

Penilaian adalah semua upaya membandingkan hasil pengukuran terhadap patokan atau bahan pembanding yang sudah dibakukan dan hasilnya dinyatakan dengan lambang yang menyatakan nilai tertentu.

  • Sistem Penilaian

Sistem Penilaian yang berlaku di Akademi Farmasi Hang Tuah Jakarta menggunakan ‘Sistem Komputerisasi’ dengan sistem penilaian mengacu kepada 6 point item b tentang keberhasilan Studi untuk Mata Kuliah, dengan rentang nilai sebagai berikut :

Nilai

A         : ≥ 79

B +      : 74 – 78

B          : 68 – 73

C+       : 63 – 67

C         : 56 – 62

D+       : 51 – 55

D         : 45 – 50

E          : ≤ 44

Hasil belajar dinyatakan dalam lambang dan angka  mutu sebagai berikut:

Lambang Angka Mutu Artinya
A

B+

B

C+

C

D+

D

E

4

3.5

3

2.5

2

1.5

1

0

Sangat Baik

Baik

Baik

Cukup

Kurang

Tidak Lulus

Tidak Lulus

Tidak Lulus

  • Macam Penilaian dan Aspek Yang Dinilai
  1. Tes Harian

Tes Harian dilakukan untuk mengetahui perkembangan, kesulitan atau hambatan yang dihadapi oleh peserta didik dan dosen dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Melalui kegiatan ini, upaya penaggulangan untuk mengatasi kesulitan atau hambatan  dapat secara dini dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Hasil tes harian dibahas bersama antara dosen, peserta didik dan pembimbing akademik, agar pihak-pihak yang terkait menyadari dan mencari kesempatan jalan keluar untuk menyelesaikan kesulitan atau masalah yang ditemukan.

  1. Tes Tengah Semester

Ujian tengah semester merupakan keharusan bagi PBM yang menganut sistem SKS. Dengan ujian tengah semester dapat diketahui kemajuan belajar peserta didik dan kemajuan mengajar dosen dalam melakukan PBM selama setengah semester. Ujian tengah semester harus segera diperiksa dan dinilai agar ujian segera dapat diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

  1. Ujian Akhir Semester

Ujian akhir semester dilakukan untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik dan kemajuan mengajar dosen dalam melaksanakan PBM selama satu semester.

  • Aspek Yang Dinilai

Aspek yang dinilai mencakup aspek pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik ) dan sikap (afektif ). Setiap mahasiswa wajib mengikuti minimal 80 % kehadiran untuk setiap mata kuliah.

  • Keberhasilan Studi 

2.4.1       Keberhasilan Studi Untuk Mata Kuliah 

Keberhasilan studi peserta didik untuk setiap mata kuliah  yang merupakan nilai kumulatif dari kehadiran, nilai tes harian/tugas mandiri, nilai ujian tengah semester dan nilai ujian akhir semester, response serta penilaian tugas lainnya, dengan bobot nilai sebagai berikut:

Jenis Kegiatan                                                Bobot Nilai

  1. Tes Harian / Tugas Mandiri                         15% untuk praktikum dan 15% untuk teori
  2. UTS/ responsi                                             30% untuk praktikum dan 30% untuk teori
  3. Ujian Akhir Semester                                  40% untuk praktikum dan 45% untuk teori
  4. Kehadiran                                                   15% untuk praktikum dan 10% untuk teori

Penilaian untuk masing-masing mata kuliah dinyatakan dalam nilai A,B,C,D, dan E. Syarat minimal untuk lulus tiap mata kuliah adalah C (= 2,00).

Apabila ada mata kuliah bernilai D (=1,00), dapat diperbaiki dengan mengikuti Remedial seminggu setelah hasil ujian diumumkan, sampai dengan dinyatakan lulus dengan nilai C.

Hasil ujian diumumkan seminggu setelah diuji, dan selambat-lambatnya dua minggu setelah ujian. Apabila lebih dari 2 minggu setelah ujian, penilaian akan ditentukan akademis dengan nilai B. Dosen yang mengajarkan materi tersebut diberikan tembusan nilai.

  • BIMBINGAN DAN SUPERVISI

            3.1       Bimbingan

Bimbingan belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh pembimbing akademik terhadap peserta didik yang dibimbingnya untuk menyelesaikan studinya.

Bimbingan meliputi :

Bimbingan pengambilan mata kuliah dan beban studi yang sesuia pada awal semester .

Bimbingan dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi peserta didik yang berpengaruh terhadap PBM termasuk masalah pribadi. Setiap dosen tetap, harus menjadi pembimbing akademik yang ditetapkan dengna surat keputusan Direktur.

3.2       Supervisi Kegiatan Belajar Mengajar

Supervisi dilakukan untuk membimbing pelaksanaan PBM yang sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Supervisi. Supervisi dilakukan secara berjenjang dengan hirarki yang berlaku.